![]() |
| Source: Google Image with Keyword Cloud and Rainbow |
Berawal dari kata Al-‘ajz
(merupakan akar kata dari mu’jizat)
secara bahasa berarti membatalkan yang telah pasti. Sedangkan kata at-ta’jiz berarti menghalangi dan
merintangi. Bentuk mashdarnya adalah i’jaz.
Dari kata itu kemungdian muncul istilah mu’jizah yang merupakan bentuk tunggal dari mu’jizat al-anbiya (mu’jizat
para nabi),yaitu sesuatu yang berfungsi untuk memperkuat status kenabian para
nabi dan rasul.
Kata i’jaz atau mu’jizat tidak terdapat
didalamal-qur’an,begitu juga para penulis di zaman dahulu yang tidak pernah
menggunakankata tersebut dalam tulisan – tulisannya.sebagai gantinya,mereka
menggunakan kata ayah atau karamah untuk menggambarkan makna
mu’jizat.
Kata i’jaz pertama kali dipergunakan oleh al-washithi dalam
memberikan judul kitabnya yang terkenal, “I’Jaz al-Qur’an”. Kata mu’jizt
memiliki makna baru yang dimaknai oleh para ahli kalam sebagai suatu kejadian
luar biasa yang mengandung tantangan yang tidak bisa dilawan.
Adapun syarat-syarat sesuatu agar bisa dikatakan sebagai
mu’jizat antara lain:
1. Kejadian harus
berupa sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh manusia lain.
2. kejadian tersebut harus berbeda dari hukum ketentuan umum
yang berlaku pada saat itu.
3. disampaikan oleh orang yang bijak dan prilakunya sesuai
dengan apa yang dikatakannya.
Dalam sejarah agama-agama, diketahui bahwa setiap nabi
memiliki mu’jizat tersebutdan menantang dengan sesuatu yang sebelumnya
belumpernah dilakukan oleh salah seorang dari mereka.
Sebagian nabi memiliki lebih dari satu mu’jizat yang menjadi
bukti kuat bahwa dia adalah utusan allah swt. Jika umat mereka mengingkari dan
menolak semua itu, mereka ditantang untuk membuat yang serupa dengannya dan
ternyata mereka tidak mampu melakukannya.
Setiap nabi diberikan mu’jizat untuk disampaikan kepada
kaumnya. Akan tetapi mu’jizat itu tidak berlanjut kepada rasul setelahnya, Nabi
Musa A.S. diberikan mu’jizat berupa tongkat yang ketika ia lemparkan maka akan
berubah wujudnya jadi ular yang melata.
Begitu juga kepada nabi-bai yang lainnya yang masing –
masing diberikan mu’jizat yang ditujukan kepada umatnya, begitu pula dengan
nabi Muhammad SAW yang diberikan mu’jizat berupa Al-Qur’an yang hingga saat ini
masih belum berubah isi kandungannya sejak 1400 tahun yang lalu.

No comments:
Post a Comment