9 Prinsip Bisnis: Prinsip Bisnis yang Harus Dipegang Pengusaha Versi Forbes


Image by: Lifehack.com
Siapa yang tidak menginginkan mempunyai bisnis sendiri? Tentu saja ini adalah sebuah impian besar yang dimiliki oleh kebanyakan orang. Tetapi sayangnya tidak semua orang bisa menekankan tekadnya tersebut.

Jika anda berniat untuk membangun dan menjalankan usaha sendiri, tentu ada persiapan yang harus dilakukan agar dapat bertahan di tengah persaingan. Apa saja hal – hal yang harus dilakukan tersebut?

Pendiri Men’s Republic, Yasa Singgih, membagikan sembilan prinsip berbisnis yang dimiliki olehnya dalam salah satu seminar Gatherich, Sabtu (22/7/17).

Yasa, saat ini ia genap berusia 22 tahun dan sudah memulai bisnisnya sejak masih duduk dibangku sekolah. Ia berfikir, lebih baik kehilangan masa muda dari pada kehilangan masa depan.

Berikut sembilan prinsip bisnis yang dipegang pengusaha yang masuk daftar 30 Under 30 Asia 2016 di sektor ritel dan e-commerce versi Forbes ini:

1) Passion bukan yang (paling) penting. 
Bisnis bisa dimulai dari hal yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan bisa menghasilkan uang, tidak melulu yang terkait dengan passion seseorang.  Pasalnya saat ini sudah banyak yang beranggapan bahwa usaha harus bersamaan dengan passion.

Sebenarnya ini bukanlah permasalahan yang diwajibkan. Banyak yang sudah berhasil menekluni suatu bisnis tanpa seiringan dengan passion. Dan yang perlu dicatat adalah tidak sejalan dengan passion adalah passion, yaitu passion keluar zona nyaman.

2) Tidak perlu banyak tahu. 
Tahu terlalu banyak akan membuat kita memunyai terlalu banyak pertimbangan. Hal ini justru bisa membuat kita takut untuk memulai.

Ditambahkan oleh perkataan Bob Sadino yang menilai bahwa seseorang yang kebanyakan berfikir maka tidak akan memulai bisnisnya itu. Lebih baik melakukan ‘learning by doing’ itulah yang ditekankan oleh Bob Sadino.

3) Jangan lewatkan momentum. 
Terkadang ada kesempatan yang hanya terjadi sekali seumur hidup. Jika ada peluang yang menarik, jangan ragu untuk mengambilnya.

Momentum inilah yang biasanya sangat sulit dan tentu saja sangat banyak rintangan dan cobaan dalam menghadapinya.

4) Kalau dia bisa, kenapa saya harus bisa? 
Memiliki impian yang tinggi adalah hal yang bagus. Namun,  angan-angan itu haruslah masuk akal dan sesuai dengan realita. Tidak semua orang yang drop out kuliah seperti Bill Gates akan berakhir sukses seperti dia.

5) Pakai otak dan otot orang lain. 
Jangan mau menjadi Superman yang melakukan semuanya sendiri. Produksi misalnya, bisa dilakukan oleh orang lain dan kita yang bertugas menjualnya.

6) Kerja keras kalah sama hoki. 
Hoki di sini diartikan sebagai bertemu dengan orang yang tepat, di tempat yang tepat, dan di waktu yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperluas networking.

7) 100% bermimpi, 100% pasrah. 
Harus punya tujuan yang jelas, tapi juga pasrah atas hasil kerja keras yang dilakukan.

8) Selalu jadi orang bodoh. 
Ketika kita merasa menjadi yang terhebat artinya kita berada di komunitas yang kecil. Akan selalu ada orang yang lebih hebat dari kita.

9) Give without expect to take. 
Jangan takut atau malas berinvestasi di karyawan. Dengan karyawan yang pintar, kita pasti akan dapat manfaatnya.

/source: bisnis.com



No comments:

Post a Comment

page contents